Apa yang bisa kusampaikan di sini? 🙂 Itulah. Kepadamu, di mana saja, selamat berbahagia. Masih kau dengar lagu-lagu Sheila on 7? Kuharap masih, meski beberapa tahun terakhir ini, mereka tampaknya sudah mulai jenuh. Semoga cuma aku saja. Nah, kau mungkin tahu lagu Selamat Datang dari mereka. Aku sendiri tak terlalu hafal. Aneh, ya. Sejauh yang kita tahu, kita hafal semua lagu-lagu mereka, dari album pertama hingga yang terbaru. Ya, terbaru saat kita masih bersama. Mungkin aku mulai tak menggemari karya mereka sejak segalanya sudah terjadi. Ah, tidak. Aku tak begitu karena apa yang ada di antara kita. Tidak menyalahkan, maksudku. Ini cuma, kau tahu, selalu mengingatkanku padamu.

Pernah dengar seseorang yang termakan sumpah di zaman modern? Bukankah itu konyol? Hari di mana batas segalanya menjadi kabur, perkembangan zaman yang pesat, dan dunia yang makin luas tiap detiknya, seseorang tenggelam dalam lubang imajiner bernama sumpah. Tapi aku punya teori. Seseorang bersumpah tidak akan melakukan A jika menjadi B sampai akhir hayatnya. Lalu akhirnya ia menjadi B karena kita tahu semua orang bisa melakukan apa saja jika ia mau. Artinya, meski ia menjadi B, orang itu tidak akan melakukan A. Setiap kali ia mencoba melakukannya, ada saja hal yang membuatnya urung. Aku menyebutnya pilihan.

Man wird nicht älter, sondern besser!

 

07.091016.10.10

Advertisements