Aku tak pernah merencanakan menonton film-film “bagus” atau yang “wajib tonton” seperti dianjurkan banyak situs film. Kebetulan aku tipikal hanya menonton film yang dibintangi oleh aktor yang kusukai, atau memang karena film itu disebut-sebut film keren, atau mengusung genre favoritku. Dan catatan ini tidak kuposisikan sebagai review. Rasanya sudah terlambat karena aku menonton film ini setelah 18-19 tahun berlalu dari waktu rilisnya.

Good Will Hunting, sekilas akan sulit menerjemahkan apa arti judulnya. Tentu saja, karena Will Hunting adalah nama tokoh utamanya yang diperankan Matt Damon, yang sebelumnya kukenal lewat film spionase box office, Jason Bourne.

matt-damon-religion-hobbies-political-views
Matthew Paige Damon (8 Oktober 1970)

Awal aku memilih menonton film ini adalah karena sosok Robin Williams. Pria lucu itulah yang membawaku ke film yang ternyata ditulis oleh Matt Damon dan Ben Affleck. Betapa terkejutnya aku karena ketiga aktor itu cukup kukenal lewat film-filmnya. Robin Williams sendiri sudah meninggal, tepatnya 14 Agustus 2014. Aktor kawakan ini lebih dulu kukenal lewat film drama keluarga, RV (2006). Karena suka dengan aktingnya, lantas aku berkenalan dengan film-filmnya yang lain.

253483_1280x720
Robin McLaurin Williams (21 Juli 1951)

Keterkejutanku tak berhenti sampai di sana, karena aku menemukan nama Casey Affleck, yang merupakan adik dari Ben, yang juga ikut berperan dalam film ini. Mereka main film bersama! Menurut hasil pencarianku, sudah tiga kali Ben dan Casey berada dalam satu film. Tapi, Good Will Hunting adalah film pertama mereka yang kutonton, meski sebelumnya aku tahu Casey adalah adiknya Ben. Casey, kukenal lebih dulu dalam trilogi Ocean, bersama aktor besar lainnya, seperti George Clooney, Brad Pitt, dan Matt Damon juga. Itu film seperti pameran aktor-aktor hebat bagiku. Dan filmnya juga keren. Penampilan terbarunya kutonton di film Interstellar (2014). Satu yang paling aku suka adalah waktu dia jadi Charlie dalam film buatan Ben Stiller, Tower Heist (2011). Casey, meski tidak “sepopuler” abangnya Ben, tetap merupakan aktor yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dia sekali dapat nominasi Oscar dalam film The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (2007), dan beberapa nominasi dalam ajang lainnya yang. Rasanya, film tadi itu harus kumasukkan ke dalam daftarku. Masukkan ke dalam antrian. Tak ada salahnya, bukan? Penampilan terbarunya akan ada dalam film Manchester by the Sea (2016) di mana dia akan jadi pemeran utama. Masuk list juga dong 🙂

casey_affleck
Caleb Casey McGuire Affleck (12 Agustus 1975)

Good Will Hunting sendiri sudah masuk watchlist-ku sejak beberapa lama di imbd(dot)com, namun urung kutonton karena lebih tertarik dengan film lain. Saat aku menulis ini, daftar tontonku sudah berjumlah 60 film. Sebagian kecilnya memang film yang belum rilis. Film yang ternyata ditulis berdua oleh Matt dan Ben ini akhirnya kutonton suatu sore di Rabu panas yang membosankan. Mereka menulis filmnya! Aku tak punya gambaran awal. Tonton saja. Bagi penikmat drama, ini termasuk film bagus. Apalagi jika kau penggemar Robin Williams. Setelah menonton aksinya di Awakenings (1990), aku rasa aku harus menonton film yang mengantarkannya meraih Oscar: Good Will Hunting adalah panggung beliau. Almarhum Robin meraih Oscar pertamanya di tahun 1998 (kategori Aktor Pendukung Terbaik) setelah sebelumnya tiga kali “hanya” mendapat nominasi: 1988 (Good Morning, Vietnam), 1990 (Dead Poets Society), dan 1992 (The Fisher King).

ben-affleck-60th-san-sebastian-international-film-festival-02
Benjamin GĂ©za Affleck-Boldt (15 Agustus 1972)

Film ini juga mendapatkan penghargaan lebih dari itu: kategori Best Writing untuk Ben Affleck dan Matt Damon. Juga tujuh nominasi lainnya, termasuk Best Picture untuk sang sutradara, Gus Van Sant. Khusus Ben yang mungkin kau kenal sebagai Batman, aku tahu punya film yang keren-keren. Tiga judul filmnya yang sangat kusuka adalah Argo (2012), The Town (2010), Paycheck (2003). Tapi pertama kali aku mengenalnya dalam film Armageddon (1998) dan Pearl Harbor (2001).

Namun kukira, alasan utama aku ingin menonton film ini adalah posternya. Matt muda dengan si Tua Robin. Ini seperti duet aktor kawakan dan pendatang baru. Selalu menyenangkan melihat dua aktor atau lebih beradu dalam satu film, seperti betapa sukanya aku dengan trilogi Ocean, juga yang hits beberapa tahun belakangan, Avengers. Berhubungan dengan aktor besar kawakan, menonton film mereka ketika dipasangkan dengan aktor muda (yang kelak ternyata jadi aktor besar) adalah pengalaman yang menarik. Di sini, Robin semacam senior yang membawa “generasi muda” perfilman Hollywood. Aku membayangkan bagaimana jika aku menonton film ini tepat ketika waktu itu baru dirilis? Lalu sekarang, melihat bagaimana jayanya Ben, Casey, dan Matt di dunia film? Wow! Robin sendiri pernah berduet dengan Al Pacino, John Travolta, Ben Stiller, Robert de Niro, dan beberapa aktor lainnya yang kukenal filmnya. Aku merasa aku perlu menonton semuanya. Ahahahahaha. Tapi sama sekali tak pernah kubayangkan bahwa beliau juga pernah berduet dengan si Jason Bourne dan Batman! Karena itulah, aku memutuskan menulis tentang Good Will Hunting.

Film drama ini berkisah tentang Will Hunting yang diperankan Matt Damon, yang bekerja sebagai cleaning service di kampus M.I.T. Ia luar biasa dalam hal Matematika, namun punya masalah psikologis yang harus diatasinya demi menemukan tujuan hidupnya. Robin Williams sebagai psikiaternya di film ini yang bermain keren. Apik. Aku suka caranya mendekati Will secara emosional. Itu keren dan membuat tertawa sekaligus menangis. Sementara, perpisahan Matt dan Ben juga mengharukan. Sialan, pikirku. Apalagi waktu Ben mengatakan pendapat pribadinya pada Matt. Persahabatan mereka itu… Entahlah. Cara duo ini menuliskannya yang memang ngena. Tepat sasaran. Makanya, tanpa banyak dialog atau peristiwa sebagai penggambaran bagi penonton, rasa persahabatan itu jelas tampak dan mendalam. Hal semacam itu pernah juga kusaksikan di film Ben lainnya, yakni The Town. Itu juga film rekomendasi deh.

Nah, aku tak ingin terlalu spoiler. Maka sekian dulu posting kali ini. Sebenarnya aku bukan tipikal perekomendasi. Tentang apa saja. Karena, aku mengakui penilaianku bias dan terpusat pada selera belaka. Namun, aku sangat suka film Good Will Hunting ini. Menonton film di situasi seperti situasiku sekarang, rasanya lebih sebagai pelarian–yang membuatku tak banyak berharap pengaruhnya pada emosiku. Namun, film ini mampu membuatku bersimpatik. Dan itu rasa yang selalu kunanti, kuidamkan, dan kuapresiasi ketika menonton setiap film bergenre drama.

 

TanjungDuren, 04.101116.00.43

 

 

 

 

Advertisements