Namamu

Artimu bagiku tak sekadar makna. Rahasia rindu pun kuceritakan. Inginkan puisimu kau baca untukku, agar malam ini berselimut mimpi. Jadilah sebuah kenangan. Aku simpan dalam ingatan.

Nanti kan kucipta lagu istimewa. Gambar canda tawa tersirat di sana. Anganku melayang tinggi dan tak pasti. Namamu kutulis di langit mimpi. Menciptakan keindahan. Entah nanti jadi kenangan.

reff.

Namamu mengisi kosong langit di dalam mimpiku. Aku menjadikannya selimut tidurku. Namamu memang tak pernah kudengar sejak dulu. Gerakmu melebihi bintang. Indahnya berpendar di pekat malam. Sesungguhnya.


Rindu Padamu

Sejak pertama berjumpa sosok seindah dirimu. Aku merasakan nyaman ada di dekatmu. Rinduku ingin menyapa sedang apa kau di sana. Inikah suatu pertanda aku telah terpesona.

Walau ku tahu percuma merangkaimu dalam nada. Untuk kunyanyikan bila kita kembali berjumpa. Lewat katala yang kutulis, dengan harap kau akan pahami. Aku malu mengakui, kurindu kau saat ini. Nanananana.

reff.

Dan nyanyikan rinduku di dalam laguku. Aku nyanyikan sepanjang malam-malam sepi. Rinduku kepadamu sudah setengah mati. Ini membuatku berharap andai saja kau ada di sini.

Angin malam sampaikanlah rinduku. Ingin hadirnya di sini. Mungkin aku hanya bermimpi. Impian indah bersamanya. Entah esok pagi akan sirna.


Sehari di Jakarta

Sepanjang hari kujalani menelusuri kotamu. Bersama terik sang mentari tak membuat langkah kita ragu. Kautawarkan ruang waktumu ‘tuk berbagi kisahku. Dan entah apa yang terjadi kau dan aku sedekat kini. Kau dan aku dalam sehari. Oh, sehari di Jakartamu. Oh, sehariku bersamamu.

Sepanjang hari penuh canda. Hanya engkau dan aku. Pun ada beban di pundakku, seakan aku telah lupakan. Dan warna senja yang menunggu hingga waktunya tiba. Ku akan pergi dan sendiri mengejar sebuah cita-cita. Menyimpan semua mimpi dan cinta. Oh, sehari di Jakartamu. Oh, sehari kubersamamu.

reff.

Kita sungguh berduaan menelusuri jalan. Banyak yang ingin kukatakan, perlahan hati pun tenang. Terima kasih telah mengajakku sehari di Jakartamu. Dengan apa ku ‘kan membalas untuk semua kebaikanmu?


Laut Menunggu

Waktu dan jarak mengubah rasa, lalu membuatnya mati. Begitukah dengan rasa di hatimu, yang dulu aku kenali.

Kau telah menjadi asing dalam tatapku. Dan kau anggap ku masa lalumu. Masihkah ku biru laut yang kau tuju, meskipun pada senja kau akan tiba?

reff.

Kumenunggumu, Dinda: merindukan diriku ‘tuk lepaskan penatmu. Bila saja kau tak mungkin kembali, aku tetap laut yang menunggumu.

Menunggumu, Dinda, kaurindukan ombakku di pengujung senjamu. Bila saja tak ingin kau kembali, biar kuakhiri menunggumu.


Jalan Kupilih

Ku tahu betapa aku pasti akan merindukan saat-saat indah tak terlupa bersamamu. Kusadari betapa aku nanti akan kehilangan, saat engkau pergi, karena usai sudah waktumu di sini.

Dan aku hanya pinta ‘tuk percaya saja, ku bisa melewati jalan yang telah ku pilih. Berbeda darimu dan tak seperti yang engkau mau.

reff.

Biarkan saja kujalani semua. Doakan saja pasti ku akan bisa. Satu yang kaupercayalah: ku bisa. Ku bisa. Biarkan saja kujalani jalan pilihanku, meski tak seperti yang engkau mau. Ku mampu. Ku sanggup. Tanpamu.


Coba Merelakan

Lihatlah saja kujalani pilihan hidupku sendiri, meski tanpamu, Dinda, ‘tuk menemani dan melengkapiku. Semoga inilah yang terbaik, kau dan aku harus terpisah, meski kusadari sepenuhnya: kau yang terhebat saat mencintai aku.

bridge.

Aku tertegun melihatmu pertanyakan cinta padaku. Dan mungkin saatnya kurelakan: berjalanlah, Sayang. Tinggalkanku yang tak bisa kauandalkan. (Dan aku terdiam mendengarmu pertanyakan cinta yang dulu. Dan kini saatnya kurelakan: berjalanlah, Sayang. Tinggalkanku yang tak bisa kauandalkan).

reff.

Kaulah yang tercinta dalam hatiku. Kaulah yang juga pernah kusakiti. Kau beri segenap cinta kau punya. Dan berjalanlah, Sayang: tinggalkanku yang tak bisa kauandalkan.

Kuakui telah kehilanganmu. Sesal pun percuma menangisimu. Kurelakan kau dengan kekasihmu. Teruskanlah berjalan: lupakanku yang tak bisa kaubanggakan.

#

Maafkan aku yang meninggalkanmu. Kucoba berlari mengejar mimpi. Karena kusadari sepenuhnya: kau pantas dapatkan yang terbaik di hidupmu.


Satu Alasan

Nikmati saja saat-saat indah bersamaku. Usai ini takkan ada lagi aku di sampingmu. Ku harus pergi melanjutkan perjalanan. Temukan tujuan hidupku. Jangan menangis. Katakan yang engkau mau sebelum lepas pelukku.

reff.

Berikan aku satu alasan saja, agar kuurungkan langkah menjauh darimu. Atau katakan satu alasan pasti, untuk ku kembali lagi.

Senja ini jadi tanda perpisahan kau dan aku. Kuberharap jadi tanda pertemuanku denganmu nanti.


Last Moment

A season ended yesterday, marked with another one came by, spreading the smell of wet soil in the air. And something began today, something began today. I’m with you for the last moment.

It stabs me in the ribs on every night when I lay to sleep. But we must learn to give and live with the meaning. Then dream was starting.

And that’s all the way you are the wind, that brezzes through me. That sways me until the drizzling rain of September. Blows and takes you away.

reff.

So stay with me for the last moment. Promise to me, we’ll meet the time our rhyme. Don’t be the wind that wanders all the time, ’cause I will miss to be with you. I’ll miss to be with you.

I won’t pretend to be brave in the hour of farewell. Though is too early in the morning to leave out all what you’ve been waiting for. And at the airport I want you hug me for such a longer time. And you whisper our hopes for the future when you say:

==============================

Advertisements