Hal yang Sama
Aku ingin terbang menghampiri ruang gelap di hatimu. Tenang kubawakan dalam cahaya tulus cinta untukmu. Dan bila ku tiba di pintu hatimu, peluklah tubuhku dan jangan kau menghindar lagi.

reff.

Apakah kau tahu kumenahan rindu di dalam dadaku? Dan berharap kaurasakan hal yang sama. Hal yang sama.

#

Percayalah engkau sangat kuinginkan, tuk jadi satu-satunya yang kusayang. Percayalah engkau sangat kurindukan; aku tak sanggup menahan sendirian. Jika memang sama rasa hati kita, tunggulah aku di tempat terindah.

—————————–

Misteri

Waktu adalah sebuah misteri yang tak bisa kita menerka. Hidup seharusnya kita jalani dan mencari kebahagiaan di setiap detiknya, Teman.

Tapi sungguhkah ini yang kau cari? Teka-teki kaupecahkan sendiri. Tak pernah berubah tekad di dalam hatimu, yang terus kau pegang hingga ujung jalanmu: dalam kisah hidupmu.

#

Meskipun waktu adalah misteri, tapi perjuangan kita tak akan berhenti. Bersinarlah dan teruskan kaumencari.

reff.

Kauteruskan berjalan menemukan jawaban segala prasangka di pikiranmu. Dan janganlah merintih di gelapnya misteri, pada keadaan ini, walau sesulit ini.

##

Kita selalu punya kesempatan yang sama ‘tuk menghadapi. Dan ku mau kau yakin, kau takkan sendiri.


Akhirnya Kau Tahu

cipt. Fisca Ran


chorus.

Ketika akhirnya kau pun tahu, cintaku takkan pernah terganti, ku telah berlalu, membiru bersama rindu.

#

Sudahlah, sudah, jangan kau coba lagi melukaiku. Biarkan saja semua berlalu seperti keinginanmu. Kini aku bisa jalani hari, meskipun tanpamu di sini. Seiring waktu yang berputar aku sanggup bertahan.

##

Mungkin saja di hari nanti aku tetap sendiri. Mungkin juga aku telah jera untuk mencintai. Tak perlu kaumenyesali semua sikapmu kepadaku dulu. Karena bagiku segalanya tercipta menjadi kenangan kita.

bridge.

Dan bila kausadari arti cintaku, yang ku simpan hanya untukmu: ketika akhirnya kau pun tahu.


Tak untuk Disesali


#

Sang Hujan yang datang, bawakan gelap awan basahi jiwa. Sesaat terlupa, pada hangat surya menyinari.

Sudahlah, hangatkan saja dinginnya tubuhmu dengan mentari. Sudahlah, relakan cinta: pun hujan terhenti tak ada pelangi.

Kau bisa memilih ‘tuk mencintai hujan, yang selalu meneteskan aroma kepedihan. Semoga senyum baru yang akan kautunjukkan. Semangat!

##

Janganlah sesali impianmu yang larut pun tak berujung. Yakinlah selalu ada hikmahnya yang bisa kita jadikan pelajaran.

reff.

Cinta tak untuk disesali, walaupun kau takkan bisa bersamanya lagi. Cinta tak kautangisi, bila tak bersambut kau bisa nikmati sendiri.


Ingin Bersamamu

Ku hanya ingin berdiam di sini, tak pernah sedikit pun meninggalkanmu. Ku hanya mau engkau bersama aku, ada di setiap waktu mengisi hari-hariku.

Ku pernah berkata aku tak mudah mencinta, hanya kepadamu kucurahkan semua rasa. Dan aku yakinkan tentang cintaku, hanya untukmu dan tetap untukmu.

Ingin bersamamu; tak ingin kau jauh. Tapi kau pergi dan meninggalkan aku.

reff.

Aku mengharapkan waktu untuk berhenti, agar kisah indahku bersamamu abadi. Aku inginkan semua kembali seperti dulu, tapi kau tetap pergi, tinggalkan luka untukku.

#

Ingin aku tetap bersamamu, melalui hari di sampingmu. Tak pernah ku ragu bahwa kaulah pilihanku, bersamamu sepanjang waktu.

Suka duka kita hadapi bersama. Kesal, marah, cemburu buta sempat mengusik kita. Semua pasti terlalui, kita tetap bersama dan saling mengerti.


Melukis Kenangan

Kapankah kita akan bertemu lagi, setelah malam indah kita lewati. Bersama bintang-bintang dan rembulan, bersinar terang di pekatnya malam. Dalam genggaman tekad dan harapan, kita coba melukis kenangan.

Senyum dan candamu melekat di hati. Ku tak ingin kebersamaan kita terhenti. Biarpun malam ini ‘kan berakhir, tapi indah tentangmu telah terukir. Kuharap kenangan kita abadi saat kau dekap aku lebih erat.

reff.

Kita bersama sepanjang malam ditemani bintang-bintang. Ku genggam tanganmu; kau genggam tanganku, malam pun cemburu. Kita tertawa walaupun dingin mencoba bekukan hati, hingga tertidur terlelap mimpi menuju pagi.


Sudah Lupakah Kita?

Ku kemas setiap raguku, telah dalam mengiris dinding waktu. Perih merobek cintaku hingga ku kehilangan arah. Kini aku pahami, kurelakan mimpiku sejenak mati. Kini aku sadari sepenuhnya, cinta datang berikan senja, kita hilang berjalan terpisah. Tapi ia berikan sukacita.

chorus.

Sudah lupakah kita tentang semua jejak yang ia tunjukkan? Mari endapkan gelap mimpi hingga terang datang kembali: tersenyum.

bridge.

Ketika pagi tak jadi indah, tanpa senyummu, tanpa hadirmu di sini. Dan aku tahu setiap waktuku, engkau selalu mengasihiku.

Sudah lupakah kita tentang semua jejak langkah tulus bersama? Mari endapkan gelap mimpi, hingga terang datang kembali.

Sudah berakhirkah kisah ini perlahan menjadi puing kenangan? Mungkinkah kutertidur lagi melukis impian yang terhenti tanpamu: di sini.


Pada Langit

Yang hadir di pengujung hujan, saat ku telah luruh, tak mampu menahan dingin. Ku pasti hanyut dan terbawa, deras yang melanda. Semuanya menghilang sudah.

Ke manakah aku berlari, karena tak ada lagi jalan berliku sepanjang kotaku. Apakah hidup membenciku dan menggoreskan luka. Kini semua musnah.

reff.

Kepada langit, datangkan warna birumu. Hadirkan indah di bumi: tempatku bernyanyi. Mimpiku terlarut bersama gelap dan hujan. Tak ada tempat mengadu selain padamu.

Kepada langit, datangkan warna birumu, hadirkan indah pelangi setelah tangismu. Mimpiku terlarut ditelan deras Sang Hujan. Adakah engkau tersentuh melihat dukaku.


Sang Pujaan

chorus.

Saat kau mengagumi sang pujaan hati, debar di dadamu ingin memiliki. Saat kaulakukan jadi yang terbaik, nantikan dia melirik.

(1)

Aya, aya! Sekilaunya gerlapan intan, sungguh jawara, Kawan: kau tiada tertandingkan. Sedalam cinta yang kaurengkuhkan dalam sinaran. Embus gita asmara ‘kan cerlang ternyatakan. Kerlingkan putih kasih di tiap lajumu, Sobat. Teryakinkan hati bahwa kaulah calon terkuat. Binaran hadirmu ‘kan jadi relung yang terhebat: Sang Cantik ‘kan sadari cintamu yang terdahsyat.

(2)

Yakinkan saja kepada dia bahwa tak ada cinta seperti yang engkau punya. Di dalam dadamu, di setiap mimpimu, hanya dirinya sang pujaan hati. Mungkin semua pernyataan cinta butuh waktu, dan hal yang harus kaulakukan hanya menunggu. Bersabarlah dan teruskanlah berusaha, karena bunga cinta takkan mekar begitu saja.

(3)

Dan ketika tak seperti apa yang kaubayangkan jawaban sang pujaan, tak serta merta kaulampiaskan kesal pada minuman, hura-hura, ataupun bahkan. Hahaha. Dunia takkan runtuh, Kawan. Meskipun asa tak kunjung terwujud hingga ujung waktu, percayalah selalu ada cinta yang ‘kan menyambutmu. Tak dapat yang ini, kau coba yang itu. Tak dapat yang itu, tetap jangan berhenti.


Hari-Hari yang Kita Coba



Pasti semakin berat terasa hari-hari yang kita coba memahami semua rasa. Mungkin semp4t engkau berpikir ‘tuk menyerah, enggan bertahan atas semua cobaan yang terus datang.

Tapi aku selalu berkata engkau ada karena satu tujuan: hidup jangan pernah kausia-siakan. Pasti pernah engkau berduka, merasa tak sanggup ‘tuk hadapi semua, aku selalu bersamamu.

Lepaskan bebanmu dan tersenyumlah, karena aku ‘kan selalu bersamamu.

reff.

Kita coba hadapi sulitnya waktu, duka dan senang kau bersamaku. Kita harus selalu berusaha membawa beban dan wujudkan asa. Kita terjatuh lagi, terluka hati, tetapi hadirku ‘kan selalu mendukungmu hingga mentari bersinar lagi.


Pesan Kusampaikan

Angin malam bawa hujanmu dalam deru hempasan biru. Hilangkan jejakmu dalam helaan napasku. Tirai waktu tempatku berteduh, menantimu dan tak mengeluh. Harap engkau kembali, lalu bersama lagi.

Kau bisa lihat ku menari dengan irama hujan ini. Dingin membeku; aku takkan berhenti. Meskipun malam tak berbintang, aku sanggup untuk menahan rindu padamu, karena kumengharapkanmu.

Aku bermimpi engkau kembali, dalam dingin kehampaan aku menunggumu. Separuh hatimu akan kucuri, kubawa berlari sebelum kausadari.

reff.

Dengarkanlah lagu yang aku nyanyikan. Mengertilah pesan ini kusampaikan. Hingga kautanyakan tentang arti cinta, satu bintang yang akan menjawabnya.


Desember

Desember datang di musim hujan, dan kelap-kelip sepanjang jalan. Ingatanku berpulang ke sini. Akankah datang senyum bahagia, dalam sebuah kado terindah? Terselip harapanku, serupa impianku.

reff.

Hari yang aku tunggu, pengujung tahun ini, menanti kautepati janji. Cahaya lilin kecil temaniku sendiri: datanglah dan bersama lagi.

Pun kaubawakan letih dan gundah, bersama aku dan berserah. Ku selalu mendukungmu, ku selalu mendukungmu.

Advertisements