Waktu untuk Persiapkan

(1)

Ada waktu untuk persiapkan setiap langkah perjalanan ‘tuk menemukan tujuan. Dan sejak awal aku telah katakan, akan ada banyak rintangan, pasti ada banyak cobaan. Tapi bukan berarti itu bisa hentikan kita. Genggamlah tanganku, badai akan tiba.

reff.

Terbanglah, kepakkan sayapmu arungi angkasa. Melangkah, dan genggam tanganku resapkan hangatnya. Terbanglah, buang ketakutan, jangan lagi bimbang. Melangkah bersama diriku wujudkan impian.

(2)

Dan bilakah setelah jauh kita mencari ku takkan pernah meninggalkanmu dalam perjalanan ini. Karena hadirku kan selalu menguatkanmu, Sayang, penat di pundakmu kusembuhkan. Kau genggamlah tanganku, kita melangkah bersama. Dan terbanglah denganku menaklukkan angkasa.

Tak perlu kau takut karena itu hal biasa. Aku selalu ada untukmu, berbagi suka duka, temanimu hingga kita sampai di sana.


Mengetuk Ego

(1)

Waktu kujalani sendiri hari-hariku tanpa dirimu temani aku, hampa dan duka yang terasa. Setiap bintang aku renungkan kesepianku, aku bayangkan kesepianmu, walau tak pernah ku dekatmu.

Semua malam yang kulalui dengan egoku, seakan tak pernah mengakuimu, angin yang selalu membelaiku. Dan maaf atas semua khilafku, dan semua sikap burukku, selalu aku tak berpikir betapa perih hatimu, saat kuputuskan ‘tuk tinggalkanmu.

reff.

Kau kembali mengetuk pintu ego hatiku. Kaunyanyikan cinta tulus seperti dulu. Kuberjanji takkan kunodai. Ku genggam lembut tanganmu.

(2)

Semua masa yang kulalui, juga kata kudengarkan dan mengakui dirimu yang selalu ada untukku, sejak lama di sepanjang hidupku. Sejenak aku pun tertegun, melihatmu dan tersenyum. Maafkan ku telah tak menganggapmu ada, tapi kau selalu ada.


Dulu Kini Selamanya

Engkau selalu kuinginkan tinggal di hatiku, menjadikan aku bahagia, dulu kini selamanya. Dan hidupmu ‘kan jadi istimewa. Terik ‘kan terasa hangat, dingin ‘kan terasa sejuk: kau bersamaku.

chorus.

Seistimewa cinta di hati tak tergambarkan apa pun. Bahkan bunga tak cukup indah, ‘tuk ungkapkan sejatinya cinta. Semampuku ‘kan menjadi terbaik di setiap waktu kita yang pelik. Betapa kumencintamu, selalu kumencintamu.

Ingatkah kau saat pertama kali kita saling memandang mencoba untuk katakan? Ingatkah kau jalan-jalan kota yang kita lalui mengubah waktu jadi kenangan? Senyumanmu menciptakan hari-hari yang baru serasa lebih berarti. Dan tahun pun berganti kau masih saja indah seperti tetap abadi.

Seperti itulah engkau di hatiku, tak sehari pun sanggup kulewatkan tanpamu. Seperti itulah engkau di hariku hingga ingin menjalani hidup bersamamu. Dan mimpi indahku ingin kuwujudkan dengan hadirmu dalam pelukan. Cintaku untukmu sejak dulu dan kini hingga selama-lamanya.


Hidupku Denganmu

cipt. Fisca Ran

Ke mana hati ku bawa? Hilang arah saat kau tak ada? Dan tanpamu kuterluka. Ku pikir kisah kita telah usai, berakhirlah segalanya. Tapi kau katakan jangan lelah, tak baik ratapi masa lalu.

Kujanjikan hatiku untukmu hingga senja memerah. Dan saat dingin menjelang ku peluk kau dengan mesra. Kauyakinkan aku biarkan luka terlupa. Hidupku denganmu hingga ujung usia. Dan saat malam ‘kan tiba kita berpeluk pasrah.

bridge.

Nyanyikan lagumu untukku, tuliskan rindumu padaku, kabarkan cintamu satu untukku. Dan kunyanyikan laguku untukmu, kutuliskan rinduku padamu, kukabarkan cintaku satu untukmu.

chorus.

Kujanjikan hatiku untukmu, hidupku denganmu hingga ujung usia, kita berpeluk mesra. Janjimu akan setia, ku coba untuk percaya. Karena hidupku denganmu dan kujanjikan hatiku. Maka bertahan untukku, berikan peluk hangatmu. Dan kita selalu bersama hingga ujung usia.


Mendung

Biarkan malam semakin erat mendekap tubuhmu. Izinkan malam temanimu lalui kesepianmu. Biarlah malam, biarkanlah. Redakan tangismu, tataplah aku bawakan tawa untukmu. Ku pilih kataku lalu sampaikan, aku pun mampu memahamimu. Lupakan sedihmu dan kaubekukan. Tinggalkan masa lalu dan kau berlari.

reff.

Tanyakan pada mendung apa yang ia bawa. Mungkin rintik hujan yang kau pinta di doamu. Tanyalah pada mendung apakah ia bawa. Dingin yang mungkin bisa membekukan hatimu.

Hidup jangan henti ‘tuk mengasihi. Tinggalkan masa lalu dan kaupahami.

bridge.

Kau bisa lihat burung yang terbang melintasi bumi. Juga bisa kau lihat letih sayapnya tak pernah berhenti. Seperti itu hidup kaujalani, meskipun sendiri. Dan kini ada aku, hadirkan pelangi setelah hujanmu.

reff (2)

Biarkan peluk waktu menyanyikanmu rindu. Lalu tunggu ku datang, suguhkan kau senyuman. Tanyakan pada angin caranya lalui semua, meski kita rasa indah di saat lembutnya.

Cobalah kau bangun, mendung ‘kan berlalu. Pasti ‘kan kau mampu, lalui pedihmu. Coba kau percaya hujan ‘kan berhenti. Ku yakin kau bisa, lihat ku di sini.


Saat Jauh

cipt. Amri Hidayat

Setiap hari aku merindukan dengar suaramu. Senyummu, wajahmu dalam benakku, membayangi langkah perjuanganku. Indah yang kuharapkan hadir di ujung malam. Hingga pagi terbangun, kau nyata.

Dan kau dengarkan aku, berdoa bahagia untukmu. Kasihku, sayangku tak pernah habis walau setiap hariku tercurahkan. Indah yang kuharapkan hadir di ujung malam. Dan pagi terbangun…

reff.

Kasihku, sayangku tak pernah usai. Senyummu, wajahmu dalam benakku. Walau beribu jarak pisahkan kita, jauh. Walau hati telah lelah, hanya setia cintaku selamanya.


Hei Dinda

Hei, Dinda, bukan maksudku merayu ketika ku lihat engkau membisu. Dan tak kunjung terdengar sepatah kata pun dari bibirmu. Bibir manismu. Hei, Dinda, bukan bermaksud menggoda. Aku bingung jika engkau diam saja. Apakah sikapku ini telah mengusik, membuatmu kesal ‘tuk membalas menyapa, katakan saja.

reff.

Berikan aku satu kesempatan ‘tuk hadir sekali lagi dalam hidupmu. Dan aku pastikan lebih memahami. Akan kulakukan yang terbaik untukmu. Nananananana. Nananananananana.

Kurasakan cinta kadang membutakan. Seringkali membuatku lakukan hal bodoh memalukan hingga ternyata bisa menyakiti hatimu, dan kau pun membisu. Hei, Dinda, aku sungguh tak berdaya, bila tak ada kata yang engkau ucapkan untukku. Maafkan aku karena telah sakiti hatimu, tapi ku selalu menyayangimu.

Berbicaralah kepadaku. Berikan kesempatan itu.

—————————–

Masih Harapkanmu

Takkan ada lagi janji yang terucap saat kita tiba di ujung kisah. Serasa tak sanggup mendengar suaramu untuk lepaskanku. Kaukatakan aku sudah berusaha melakukan yang terbaik semampu ku bisa. Tapi tetap saja ku selalu sakiti dan melukai hatimu.

reff.

Maafkanlah aku atas semua luka yang terjadi. Maafkan aku bila impian kita tak lagi seindah dulu, saat kau masih di sini, lalu menjadi kenangan begitu kau pergi. (Maafkanlah aku bila masih saja menginginkanmu. Maafkan aku terlalu bodoh untuk memahami cintamu yang setia: dulu kini selamanya. Dan kusadari semua adalah salahku).

Dan setiap kali aku kesal karena hidup, betapa kejam aku menganggap salahmu. Memang yang terbaik engkau harus pergi, tinggalkan aku sendiri.

Dan kini aku jalani tanpa hadirmu. Betapa kosong yang kurasakan setiap waktu. Namun aku masih mengharapkan nanti kita bersama kembali.


Tentang Pohon

Sekian tahun sudahlah engkau tunjukkan aku, pohon mana yang berdaun rindang dan sejuk. Kita berbincang di bawah teduhnya: kita bicarakan tentang hidup.

Ketika hujan, kuat pohon mampu lalui. Hanyalah kecil dahan yang mungkin patah. Saat ia menangis menggugurkan daun, jadilah mereka sumber kehidupan baru.

reff.

Sekian tahun sudahlah memahami, tegar, dan berserah menjalani hidup. Dan padamu aku ‘kan pulang, ceritakan semua apa yang ku rasa. Tercipta bahagia bersamamu.

Selepas musim selalu berganti, namun kau masih tetap berdiri di tempatmu dan mensyukuri. Dan aku rindukan kau, pohon teduh: selalu mengenang kita berbincang.

==============================

Advertisements