Mencarimu

Sepekat malam kutempuh dalam perjalanan mencarimu. Begitu letih kulewati dan tak ingin aku berhenti. Ku yakin sanggup untuk bertahan. Kuteruskan berjalan.

reff.

Jauh aku mencarimu. Hanya mimpi jadi pedoman. Dan bahkan ku tak tahu di mana kisah perjalananku berakhir. Pencarian cintaku berakhir. (Jauh aku mencarimu. Masa lalu jadi panduan. Dan bilakah tekadku meluruh, mimpi indah tentang terhenti. Kisah hidup sendiri kujalani).

Sedingin malam  yang memelukku. Saat sepi tanpa dirimu. Tapi kurelakan begini. Mungkin dengan ini kupahami. Sosokmu tak pernah terganti, meskipun bukan ‘tuk kumiliki.


Engkau

Ku tak akan membohongi diri, dan berpura-pura rasakan letihku mencarimu, meraihmu, menemukanmu cinta sejati. Sebab jalanan berliku membuatku merasa semuanya percuma, tak berarti, meskipun sudah menjaga cinta.

Tapi aku tahu akan berbeda bila kisah aku jalani berdua, bersamamu, di sampingmu, memelukmu. Walau masih jauh tempat ku tuju, walau sudah letih langkah kakiku. Aku bahagia, selalu bahagia jika kau ada.

reff.

Dan kuharap kau adalah pilihan tepat. Dalam mimpi kau adalah sosok terhebat. Karena kau, mustahil pun ku tempuh ‘tuk mendapatmu lagi. Dan kupastikan kaulah yang tetap kucinta. Tak akan lekang walau ditelan usia. Di mana kau sosok yang kucari ‘tuk berbagi mimpi.

Sejauh ini kau tak kudapati. Perlahan dan pasti aku pun letih. Kutakutkan kisah ini berakhir aku sendiri. Mungkin saja orang lain yang dulu tiba dan mengetuk pintu hatimu. Engkau bukakan, tersenyum senang, aku yang malang.


Nantikan Aku

Maukah kau percaya aku akan tiba? Walau saat itu sudah senja. Sanggupkah kaumenanti ku datang kembali? Membawakanmu cinta yang pasti. Sudikah kau menjadi mentari bagiku, pancarkan sinarmu di jalanku? Dan bila malam datang, engkau adalah bintang. Menemaniku saat kelam.

Kumencarimu sepanjang hidupku.

reff.

Dan nantikan aku di pintu hatimu. Sambutlah tubuhku yang telah rapuh mencarimu. Dan nantikan aku datang kepadamu, sudahi lelahku, Kekasihku.


Caranya

Hitam di malamku lebih gelap dari biasanya. Entah kapan pagi datang lagi. Kabut di mataku lebih pekat dari biasanya, dari seharusnya. Membuatku tak melihat persimpangan.

reff.

Sungguh ku tak tahu bagaimana harus melewati ini. Agar ku tenang, agar ku tenang mencari dirimu. Oh Tuhan, tunjukkan caranya menemukan sosoknya ‘tuk ungkapkan sebuah rasa cinta di hatiku ini.

Mungkinkah nanti aku temukan caranya merengkuh cintamu. Cara terbaik, satu-satunya kumiliki.


Andaikata

Andaikata tak terjadi perpisahan kita, pasti ku takkan bersedih merenungi cinta. Andaikata kita tak berpisah, hanya karena egoku, ku takkan letih mencari di mana dirimu.

Andaikata tak terjadi perpisahan kita, kupastikan saat ini kurasakan bahagia. Tapi kita telah berpisah, kau tak lagi bersamaku, dan ini perjalananku ‘tuk kembali meraihmu.

reff.

Saat terik dan malam, kulewati semuanya. Ku hanya mau kembali ke dalam pelukanku. Saat badai dan hujan, kuhadapi setenangnya. Hanya untuk membuktikan ku sanggup ‘tuk kauandalkan.

Andaikan kita bersatu seperti indah masa lalu, aku akan menjagamu, tak pernah melepaskanmu. Biarkan luka dan perih terhapus oleh sang waktu, dan percayalah padaku aku bisa kaubanggakan.


Rasa Bersalah

Mungkin aku terlambat menyadari semua kesalahanku padamu: melukaimu dan meninggalkanmu dulu. Tapi semua itu membuatku terus terbeban di sepanjang hariku. Dan rasa bersalah tak pernah hilang sekalipun engkau bisa maafkan. Tapi aku takkan undur diri ‘tuk inginkanmu, sebab luka itu harus aku sembuhkan dengan cintaku pada dirimu.

reff.

Betapa tersiksa, rasa bersalah terus menghantui langkahku mencari dirimu kembali. Dan mungkin aku takkan sanggup jika cintaku tumbuh seperti dulu lagi, ku takut akan sakiti kau lagi. Namun kuteruskan mencoba ‘tuk belajar memahami lembutnya hatimu.

Tapi betapa pun tersiksanya, semua ‘kan hilang karena cinta. Bila nanti kisah kita terulang, dan rasa bersalah itu akan hilang.


Itulah Bimbangku

Nanti, siapa yang bisa menerka akhir dari perjalananku? Mungkinkah ada rasa bimbang di hati setiba aku di tempatmu? Tentang sebentuk rasa ku bawa di koperku, sebagai bingkisan ‘tuk temukan sosokmu. Ada banyak masa sulit yang aku hadapi, keraguan ‘tuk meyakinkan tujuanku dalam hidupku.

reff.

Mungkin bisa saja ku tak menemukanmu walau sudah jauh ku dari rumahku. Bila nanti engkau tak ingin habiskan sisa hidupmu bersamaku, itulah bimbangku.

Namun bila jiwamu tenang di genggam pilihanmu, meskipun aku hidup dalam kesepian, ku bahagia untukmu.

Asal kau bahagia hidup seutuhnya, aku pun bahagia menjaga cintaku, yang telah ku mengerti tak harus memilikimu. Mungkinkah suatu saat nanti engkaulah jawaban, pengakuan aku nyanyikan untuk membanggakanmu. Luapkan segala kesulitan, berbagi denganku, dalam pelukanku: kuberharap.


Menyesal Meninggalkanmu

Ku tak pernah tahu apa yang ‘kan kudapatkan jika langkahku menjauh dari dirimu. Tetapi aku tahu apa yang akan terjadi, hanya sepi dan dingin menghukumku. Kini aku sadari ku telah kehilanganmu, sesal dan rasa bersalah menyamarkan rindu. Dan aku coba untuk mendapatkan engkau lagi, setelah aku pahami engkau tak terganti.

reff.

Kau ada dalam setiap langkahku, menjadi penunjuk arahku. Kau selalu terbayang: ku selalu terkenang. Kini aku kehilanganmu, menyesal sebab meninggalkanmu. Di mana kau kini? Di mana kau kini?

Dan kini aku jalani sesak merindukanmu: kapan dan di mana kita ‘kan berjumpa lagi? Memang terlihat tak mungkin untuk menemukanmu, tapi di lelap tidurku kau selalu ada.


Untuk Fisca

Walaupun ku tahu kau bukan milikku. Sedang kaujalani kisah bersamanya. Berbagi cerita seperti lakumu padaku. Cemburu di hati ku tahan sendiri. Oh, Dinda, maafkanlah khilafku: terlanjur melukai cintamu. Kau, Dinda, selalu di hatiku, dan untukmu kuberikan segalanya.

Musim berganti kau masih di hati. Kenangan tentangmu tak pernah berhenti. Maafkanlah aku yang hentikan langkahku. Lebih baik menunggumu pulang.

Kupastikan tempatmu di lubuk hatiku tak terusik siapa pun. Mari melangkah bersama melewati segalanya, meski jalan usai ini semakin berat terasa.

==============================

Advertisements