Bersamamu (Sekali Lagi)

Engkau adalah anugerah diciptakanNya untukku. Ingin bersamamu, Kekasih. Setiap hari akan jadi indah, canda dan tawa mewarnai hidupmu bila bersamaku. Oh, merindumu. Oh, bersamaku.

Kusadari hanyalah kau yang mampu memahamiku. Senyummu runtuhkan penatku. Memang kita pernah terpisahkan tetapi hatiku selalu mengakui: kaulah yang ku-Dinda. Oh, merindumu. Oh, bersamaku.

bridge.

Dan pernah suatu masa terjadi hal yang sama. Merindumu, Dinda, dan ada lautan memisahkan kita.

chorus.

Percayalah sepiku tanpamu, tiap saat hanya bisa menatap fotomu. Kembalilah bawa serta cintamu, dan mencipta hari dengan lebih baik: sekali lagi.


Tentang Mimpi

Telah aku coba sendiri wujudkan mimpi-mimpi indahku. Berharap engkau akan mengucapkan kata yang bisa teguhkan aku. Di mimpiku kau selalu ada: gaun indah yang kaukenakan. Dan salahkah jika kuberharap senyummu dan bahagiaku?

bridge.

Ku janji akan selalu membuatmu bahagia, indah yang kucipta. Ku pasti akan selalu tenangkanmu, Sayang.

reff.

Peluklah tubuhku ketika ku lelah, berikan semangat ‘tuk coba melangkah. Teduhkan letihku di tempat tertinggi, untukmu seorang mimpi pun ku bagi.


Pelipur Rindu

(1)

Saat kau tak ada temaniku di sini, di ujung malam kutersudut merindumu. Sering ku gelisah terlalu larut menyendiri, dan aku takut lebih lama kau di sana.

bridge.

Andaikan saja jarak tak jauh terbentang, cinta takkan semenyiksa ini. Nyanyikanlah kepadaku lagu pelipur rinduku, agar ku sanggup menjalani sisa malamku tanpamu.

reff.

Betapa kuinginkan dengar suaramu, melantunkan merdu syair rindumu hanya untukku. Kau tahu ku rapuh saat dirimu jauh, tapi biarkan saja kulewati asalkan ada rindu kautunjukkan. (Kau tahu ku rapuh saat engkau jauh. Ku ingin mendengar betapa kauharapkan aku seperti dulu).

(2)

Dan tak kunjung lelah menikmati sendiri, ruang gelap dan hadirmu sebatas semu. Harus berapa lama aku menahan siksa sepi begini? Tolong katakan sesuatu: kuatkanku!


Kamis

Sebelumnya aku tak menduga, Kamis terakhir saat melangkah, mustahil terjelaskan dengan kata, selain maafkan aku. Sebuah kesalahan meninggalkanmu, menjatuhkan bening air matamu. Tapi berikanku satu kesempatan menghapus jejak salahku (menghapus jejak salahku).

Pastikan aku selalu menemani walau kepedihan ‘kan menghujani. Lambaikanlah tangan dan hentakkan kaki, ajak serta kumenari. Lupakanlah segala kesalahan, biarkanlah terhapus rinai hujan. Bersamaku kita pasti ‘kan bertahan, akan kubawa kau pulang (cintamu ku bawa pulang).

reff.

Tanggalkan luka masa lalu. Tak pernah bermaksud menyakitimu, meski telah membekas dan membiru. Yang meluruh beban dalam hujan, menari tarian mempercayakan, cintaku selalu bisa kauandalkan.


Dan Pilihlah Aku

Dinda adalah sosok terindah yang mengenalkanku pada cinta. Sekalipun pernah ada kisah duka, kita mampu melewati bersama. Dan aku berharap kau perhentianku, yakin pasti takkan lagi kumenjauh. Cintamulah yang mewarnai hariku, ku ingin habiskan hidupku denganmu.

chorus.

Karena padamu saja kumerasa bahagia, walau kadang terluka kita sembuhkan bersama. Selalu ku ingin hadirmu temani langkahku. Takkan kalah dalam hidup, kita menang karena hati.

Dan pilihlah aku: meski pekat malam pun udara dingin, terang dan sejuk yang akan kubawakan. Dan pilihlah aku: pada pekat malam yang terasa dingin, pelukanku yang janjikan kehangatan.


Pada Cermin

(1)

Kini, percuma sudah tangismu sesali, ‘tuk mengobati hati, luka kau gores sendiri. Sudahlah, tak perlu lagi kaumencari berbagai alasan membenarkanmu. Mungkin, bukan engkau yang pantas di sampingnya. Hanyalah patung batu–bisukah bahasamu? Sudahlah, cinta ini ‘kan membunuhmu bila putuskan pergi dan tinggalkan hatimu.

reff.

Mungkinkah percuma kaumenyesali semua, saat dia ingin ‘tuk berhenti. Sudahkah engkau bertanya? Bisakah engkau merasa? Luka hati yang selama ini ia pendam, menunggumu untuk mengerti, sepanjang waktu berlaku, mengapa kau patung batu?

(2)

Kini, masihkan kau coba untuk mengerti, pahami keadaan, sepi telah kau tanam. Kini, bisakah kau coba untuk mengerti, takkan pernah ada cinta seperti dia.


Menceracau

chorus.

Merindumu sepanjang waktu, yang aku lewatkan dengan harap engkau pulang hari ini. Kau pulang hari ini.

(1)

Di manakah belai lembut angin? Hingga hampa terasa sepanjang waktu. Apakah dia kini meringkuk dingin? Yang terpenjara cerita hidup merindu. Ke manakah arah angin berembus, bila nanti gejolak tekad melayang? Tak bisakah kaumelihatku tulus, sepenuh hati menantimu dan bertahan?

(2)

Haruskah kutersiksa merindu kehadiranmu ‘tuk lengkapi cerita? Di sisa waktu semakin pedih menunggu, kapan engkau pulang hadirkan cinta. Ke manakah hati kau bawa lari? Sungguh letih di sini aku berdiri? Tak lagikah sadarmu untuk ucapkan, sepatah kata yang bisa kugunakan ‘tuk bertahan.


Ikutlah Denganku

Pada selembar kenang masih membekas wajahmu, tatap teduhmu melahirkan cinta yang menjadikan hari penuh dengan makna. Dan tak terasa bertahun sudah terlewati, belajar saling mengerti.

Dalam erat genggammu, luluhkan segala bimbangku. Meski menyadari mimpi masih jauh, tapi kita meyakinkan sanggup mewujudkan, bersama lantunkan lagu ‘tuk meretas rindu, dan terus berjalan.

bridge.

Tinggalkan bebanmu dan ikutlah denganku. Menemukan tempat terindah dan menghabiskan waktumu bersamaku.

reff.

Merindukanmu ‘tuk temani aku. Bertenun kata yang indah, menciptakan sebuah kisah cinta yang kita ceritakan saat senja di pengujung waktu. Sempurnakanku dengan cintamu. Tepiskan setumpuk lelah, abadikan rasa indah. Cinta yang memeluk kita hingga tiba di pengujung senja.


Selamanya Segalanya

Arti kehadiranmu tak pernah bisa tergantikan, meski jauh terembus angin. Sekalipun aku tetap menyendiri, namun di dalam hidupku engkaulah yang kusayangi. Selamanya. Segalanya.

reff.

Tak bisa kupungkiri saat kubersamamu, letihku menghilang, luka pun mampu kausembuhkan. Tak mungkin kumenutupi semua lirik di laguku, selalu menyebut namamu.

chorus.

Maka kembalilah ku butuh dirimu, lebih dari sebelumnya, lebih dari segalanya. Maka hadirkanlah wujud nyatamu di sini, setiap waktuku, seiring langkahku.

Maka kembalilah, dengarkan kata hatiku. Kucinta engkau selamanya. Dan lebih dari segalanya. Maka akhirilah penantianku di sini, temani sepiku, warnai hariku.

==============================

Advertisements