Apa Kabarmu?

(1)

Apa kabar kau di sana? Apakah baik saja? Lama tak mendengar suaramu. Apa harimu berjalan seperti yang kauinginkan? Semoga saja baik untuk kaulalui. Sekali lagi tahun telah terlewati, tapi masih saja tak ada kusinggahi.

reff.

Andai saja aku ada di setiap kaumenyapa pagi, menemanimu di sepanjang langkahmu, sebagai tempatmu keluhkan kisahmu. Namun bila hanya sebuah lagu yang bisa kunyanyikan. Seindah tahun-tahun yang telah terganti, kau yakinkan senyummu selalu berseri.

(2)

Hei, apa kabarmu di sana? Semoga indah selayaknya. Dengan senyum pagi kaulalui. Meski sulit harimu berjalan, mungkin tak seperti yang kauinginkan, namun tetaplah kau sepenuh hati.


Bisakah Kita?

Katakanlah kau masih seperti yang dulu, saat kita mengenal dalam cinta. Kau yang selalu inginkanku di sampingmu. Katakan perasaanmu sekarang ini. Apakah masih utuh tentangku di hati. Mungkin sebatas kisah bersamamu?

bridge. 

Dan kini kuterkenang semua kata sayang, kau ucapkan sebelum tidurku. Terlalu indah bila terlupakan. Dan biarkanlah saja aku simpan semua, menjadi pengingat sesaat ku lelap. Andai saja kau ada di sini.

reff.

Bisakah kita menulis lagi jejak perjalanan cinta sejati? Kaubersamaku dan kubersamamu. Saat dingin, cinta menghangatkan. Bisakah kita melukis lagi indah percintaan kita jalani? Walaupun kau jauh, tak terjangkau pandang, tapi cinta kita menguatkan.


Bukan Siapa-Siapa

Diriku bukan siapa-siapa. Memang ku bukan siapa-siapa.

chorus.

Pada akhirnya kusadari setegar hati aku memahami (diriku bukan siapa-siapa). Sampai kapan pun ‘kan begini, seikhlas hati coba ‘tuk mengerti (memang ku bukan siapa-siapa).

(1)

Tak ingin aku tertimbun jarak dan waktu, maka aku terbangkan rinduku satu-satu. Aku terpana melihatnya, bertukar kata hingga kudapati kenyataan. Meski masih saja kumenutup mata dan meredam degub jantungku, tertatih memacu, sebab pekik pintu yang kau banting pergi masih bergaung begitu nyata di hati ini, terkurung mimpi.

(2)

Memang akulah yang sejak awal keliru, duga panah tertancap di jantungmu milikku. Kucari-cari tapi tak kunjung kudapatkan, sementara busurku tertinggal. Mungkin saja aku menepiskan fakta yang menusuk-nusuk hati, berharap cintamu, tapi nyatanya waktu menjadikanku hanyalah sepenggal masa lalu, harus kautinggalkan dan tergantikan.

Aku bukanlah siapa-siapa di hidupmu. Tak perlu kaupedulikan. Aku bukanlah siapa-siapa ‘tuk kau rindu. Cukuplah kuterlenakan.


Dua Hari Setelahnya

Berapa kali aku tak bisa mengerti atau belajar memahamimu, menghapus semua ragumu? Berapa kali aku terjebak dalam pertengkaran, membuatku lelah, memaksaku kalah?

Pastikan aku takkan pernah menjemputmu, membawakanmu asa cinta, merangkai nada-nada indah. Sekali kau pernah terguncang oleh angin, angin keraguan hatimu, kau pilih melepaskan aku.

bridge.

Cobalah ‘tuk menjadi apa pun yang kau mau. Aku coba ‘tuk bernyanyi melupakan dirimu.

reff.

Oh, Sayang, kuharapkan semoga kautemui cinta, kaunikmati rasa. Oh, Kekasih, tegar kauberlari hingga kauberhenti menghidupkan mimpi. Oh, Sayang, ku hanya bisa tatap langkahmu menjauh meninggalkan aku. Tapi, oh, Kekasih, ku takkan menangis. Ku mampu lalui meskipun sendiri.


Jalanmu

Biarkanlah saja semua berlalu, tak usah lagi kita harapkan. Sebab itu hanya melukai dan pasti menyakitkan. Mungkin yang terbaik kita berpisah, meski aku masih saja merindu. Dalam ketenangan aku berpikir apa yang menjadi penghalang:

Apakah sebab seringkali kumenyakitimu. Dan ini waktu aku untuk pikirkan semua. Dalam sendiri kumencoba.

reff.

Memahami kisah yang telah berlalu, tak bisa lagi kumembayangkan engkau hadir, dalam setiap mimpiku, menemani aku.

bridge.

Meski atas dasar cinta, tercipta indah ikatan kita. Tapi kini hanya tersisa kenangan, yang aku bawa bersamaku.

Kusadari kau telah berlalu jauh, tak mampu lagi kumengharapkan engkau datang melengkapi hidupku. Teruskanlah jalanmu.


Kau Bilang Saja

(1)

Kau boleh katakan kepadaku bila kau tak lagi mencintaiku. Lebih baik kau jujur padaku, jangan sampai ini terlalu jauh. Kau pernah bilang tetap sayangku. Kau pernah selalu begitu. Tapi kau pergi meninggalkanku, biarkan kujalani hidupku.

bridge.

Bilakah semua ini mampu ‘tuk kulalui? (Pastilah semua ini sanggup ‘tuk kulalui).

chorus.

Jangan kau bilang sayang, jangan kau bilang cinta, bila kau tak yakin bersamaku. Bilang saja kau jenuh, bilang saja kau bosan. Lalu kau punya satu kata ‘tuk meninggalkanku.

(2)

Kau boleh pergi meninggalkanku, menganggapku hanya masa lalu. Aku pasti harus melanjutkan, takkan terpuruk dalam kenangan. Bila nanti kita ‘kan bertemu, jangan tanyakan keadaanku. Suatu saat akan kudapatkan penggantimu yang bisa kuandalkan.


Rindu Berakhir di Sini

Setelah jauh kujalani waktu kumengharapkanmu, kau hadir dalam impian semu. Dan lautan biru terbentang luas yang memisahkan kita, perlahan aku pun tenggelam rindu berjumpa.

Sekuat apa pun aku genggam, mencoba pertahankan, hanya janji hampa kauucapkan. Aku pahami selama ini kau tak pernah inginkanku dan cintaku larut dalam sepi.

reff.

Selamat jalan, Kekasih, wujudkan semua mimpimu, tinggalkan hatiku terluka mengharapkanmu. Mungkin aku tak pantas jadi pendamping hidupmu. Bersinarlah, jangan hiraukan tangis pedihku.

Dan harus kusadari: rindu berakhir di sini.


Sebatas Mimpi

Aku berharap malam tak usai dan ketika pagi akan datang.

(1)

Walau terasa dingin malam yang memeluk tubuhku, aku terlelap dengan senyum karena kau hadir dalam mimpiku, tak ingin ku lekas terjaga. Setelah kauucapkan selamat tidur kepadaku, aku bayangkan dirimu kenakan piama, kau sungguh cantik, dan hatiku telah terusik.

reff.

Aku berharap malam tak usai karena masih ingin kunikmati tidurku. Dan ketika pagi akan datang, kau pasti menghilang lagi dari mimpiku.

(2)

Mantra apa yang kaurapalkan kepadaku hingga memimpikan kita berjalan di atas sebuah jembatan yang indah, cahaya petang menyinarimu? Seandainya saja usia malam lebih lama dari ini, dan aku tak harus terbangun dan kehilangan lagi, menyadari kau hanyalah mimpi.

chorus.

Lalu bagaimana bila pada pagi kau tetap tak ada? Mungkin takkan pernah nyata dalam kehidupanku. Haruskah kuterjaga agar sosokmu tak tunjukkanku lagi keindahan yang sebatas mimpi?


Sihir Rindu

Datanglah malam ini menemani kesendirianku. Dan hadirkan kerlip indah bintang menyihir gelap dengan senyummu. Salahkah ku bila merindukan engkau ada, hanya karena senyummu telah mengusikku?

Meskipun aku tahu bisa saja ku telah tersihir olehmu, sebab ada yang berbeda dengan hatiku usai engkau pergi. Terlambatkah sudah mengharapkan engkau nyata, menembus jarak dan waktu temuiku?

bridge.

Apakah ini artinya harus memohon angin hadirkanmu? Terusik tidurku akhirnya, selalu terjaga berharap kau tiba.

chorus.

Datanglah malam ini dan hadir di sampingku, temani aku hingga sihirmu luruh dariku. Terbanglah malam ini dan bawa senyumanmu, tak lagi mampu diriku terjerat sihir rindumu!


Topi Lucu

Tersenyum aku melihat dirimu saat engkau mencoba kenakan itu. Topi lucu menutup helai rambutmu. Dan begitulah ku ingat tentangmu. Berdua kita meluangkan waktu ‘tuk berjumpa di tempat kenangan dulu. Dan kini kau telah jauh berubah: busana, high heels, dan tas feminin membuat kauberbeda.

bridge.

Ada debar di dadaku saat ku mulai pembicaraan. Dan gemetar seluruh tubuhku: menyapa dirimu, membalas tatapmu, melihatmu lagi.

chorus.

Andaikan saja detik waktu berbaik hati dan melambatkan laju, akan ku bawa kau ke tempat istimewa. Kita menanti petang dan bercerita.

#

Dan petang yang datang menegaskan engganku: kita harus pulang dan berpisah lagi. Berbisik pelanku menatap punggungmu, berharap minggu depan kita bertemu kembali.

Ku tahu kenangan sebatas kisah, dan senyummu jadikannya indah.


Untukmu dan Bianca

(1)

Semoga saja hidupmu terlahir kembali, saat akhirnya kautemukan jalanmu. Ada senyum lucu pun tangisan itu, tanda kau bahagia, bersyukur pada anugerah. Yakin malam sepimu pasti ‘kan terhenti, kini ada senyum menyatakan mimpi. Panas atau dingin, kesal atau gundah: bahagia untuk dirinya, bernyanyilah bersamanya.

(2)

Betapa bahagia hari bersamanya, sekian lama kaupertaruhkan waktumu untuknya. Malam telah berlalu, pagi menyambutmu. Hari jadi lebih baik ‘tuk menjalani kisahmu.

chorus.

Dan tumbuhlah ia menjadi temanmu bercerita. Tunjukkanlah kepadanya jalan yang lebih baik, agar tak dia rasakan pilihan yang sulit. Sampaikan padanya hidup adalah karunia Tuhan. Meski getir kaurasakan, sejauh engkau berjalan, tapi cintamu yang menguatkan dirinya.


Yang Kuberikan

Selamat ulang tahun kunyanyikan laguku dari tempatku. Maafkan aku tak ada di sampingmu.

(1)

Hari ini kau berulang tahun, bertambah usia, berkurang sisa. Senyum pagi dan engkau terbangun, meski tak ada kado dariku. Mungkin ku hanya mampu ucapkan sepatah kata di dalam doa. Semoga Tuhan yang akan tunjukkan kebahagiaan yang pantas untukmu.

Oh, selamat ulang tahun. Oh, selamat ulang tahun untukmu, Ar.

(2)

Ku ingin hadir di momen ini, menemanimu meniup lilin. Dan sebuah lagu akan kunyanyikan ‘tuk mengiringi setiap permintaan. Perjalanan masih cukup panjang, engkau siapkan semangat juang. Kini sudah semakin mendewasa, pasti kau mampu meraih mimpimu.

reff.

Selamat ulang tahun, kunyanyikan laguku dari tempatku. Maaf karena aku tak ada di sampingmu. Selamat ulang tahun, meski hanya ini yang bisa aku berikan. Berharap semoga nanti ku bisa bersamamu.

==============================

Advertisements