Buku

Setiap kali kumelihat, setiap kali kumembaca, buku yang pernah kutuliskan tentangnya. Pada halaman tersisa tertegun kumenatapnya, tak sanggup lagi merangkai kata.

reff.

Ada dingin yang membekukan genggaman tanganku. Rasa bersalah mengaliri nadiku. Juga rindu yang pasti datang mengusik benakku. Kutertunduk dan terhanyut di bagian akhir.

(2)

Di manakah dia kini, di manakah dia kini? Bertanya-tanyaku hingga bermimpi. Bagaimana menghentikan semua tentang penyesalan, biar ku mampu lanjutkan halaman baru?

chorus.

Terang saja aku sangat menyesalkan, duka luka yang kutuliskan di bukunya. Tetap berharap melanjutkan sendiri, halaman yang baru dengan kisah yang lain, karena kini cinta datang lagi.


Bodoh

Menikmati sekejap waktu saat mengagumi diam-diam. Terbayangkan setiap perbincangan yang berkesan bersamanya. Betapa bahagia diriku andai saja menjadi kekasihnya, memiliki seutuhnya. Tapi cinta tak kunjung datang kepadaku, dan waktu pun menguapkan perasaan.

bridge.

Kini dia telah ada yang punya, yang pastinya lebih baik. Aku pun harus merelakannya, hanya teringat betapa bahagia.

chorus.

Diriku dan dirinya pernah saling suka, namun tak berlanjut dan tak berwujud. Kapan pun ‘kan bertemu hanya saling senyum, mungkin merasa bodoh atau merasa lucu.


Jembatan

Pernah kami lewati sebuah jembatan, menyeberangi jalanan kota yang angkuh. Langkah kecil, bising jalan, kutertegun menatap punggungnya.

Malu-malu ku rangkul ringkih bahunya, sambil terus memandang senja yang jingga. Kukatakan, dengan cara beginilah aku ingin mengingat pertemuan kami di sore itu.

reff.

Kini kuterpisahkan jarak dan waktu, tanpa kabar, tanpa ada penjelasan. Mungkin, ah tak mungkin bisa bertemu lagi, di atas jembatan kota yang angkuh. Kini kuterdiam mengenang semua. Berdua kami pernah menatap senja, dan bercanda tawa menanggalkan beban. Begitulah caraku mengingatnya.


Trotoar

Sepanjang trotoar dari tempatku ke tempatmu, jarak yang jauh bila kau tak ada. Sembari menikmati senja kita berdua, bercanda tawa melupakan waktu.

Mungkin lebih banyak kuberkeluh kesah, dan kaudengarkan semua cerita: tanpamu ku tak bisa apa-apa. Juga tak pernah hilang lucu tawamu, bercampur riuh di jalanan Jogja. Rindukah kau padaku ‘tuk hadir kembali di sana?

reff.

Berjalan bersama di setiap senja, kau genggam tanganku tak pernah lupa. Lalalalala betapa, lalalala bahagia. Hingga malam hari kubersamamu, bertukar cerita tak pernah jenuh. Dudududu denganmu, dudududu cintaku.


Kabar

Sampaikan kepadanya kabar rinduku, tunjukkan sebisamu sepi di sini. Usai perpisahan kami, selalu merindu dirinya.

Mungkin mustahil sekarang datang ke kotanya, berharap bisa bersama seperti dulu. Menjalani hari-hari dan tak tersisa begini.

reff.

Karena saat bersamanya aku belajar berduka. Karena saat dengan dirinya ku kenal bahagia. (Karena saat bersamanya aku belajar merindu. Karena saat dengan dirinya ku kenal diriku).

Katakan kepadanya sepi hariku. Kabarkan bagaimana rindunya aku.

==============================

Advertisements