Senantiasa Menanti

Tak bisa kuberi senyum terindah lagi, pun satu cara agar tenangkan. Demi nyaman langkahmu dan untuk pulas tidurmu, telah kucoba semua.

Berapa malam yang tak aku nikmati, hanya untuk membuatmu percaya lagi. Semua janji-janjiku yang selalu untukmu kutepati.

reff.

Pasti aku takkan mencari cinta yang baru, ‘tuk melalui setiap pedih waktuku. Takkan pernah, Dinda. Takkan pernah kumampu mengganti jejak indah cinta yang kauukirkan terlalu dalam, hingga tak mungkin ‘tuk menghapuskan.

(2)

Ketika engkau tak bergerak di persimpangan, aku masih senantiasa menantimu. Bila malam menutup senjaku, mungkinkah bunga kaukirimkan?


Peri Kecil

Kau adalah peri kecil yang selalu menemani aku saat sepi. Dengan sayap mungilmu yang lucu, hilangkan penat dan jenuh di pundakku. Kau adalah peri kecil yang membawakan senyuman obat kesedihan. Ajak aku terbang bersamamu dan kita jelajahi indahnya duniamu.

bridge.

Ajarkanku mensyukuri sinar mentari pagi menghangatkan bumi. Ajarkanku menerima semua karunia Sang Pencipta kita.

reff.

Bawalah aku terbang melintasi rimbun pepohonan bersamamu. Dan tunjukkanlah padaku indahnya duniamu, Peri Kecilku. Ajaklah aku menikmati embusan angin saat ku di sampingku. Dan ajarkanku bersemangat menjalani waktu, Peri Kecilku.


Sebentar Saja

Cintamu, mungkin takkan pernah lagi kudapatkan. Setelah semua kisah kita terhentikan. Kini kuberjalan di terik sendirian. Tak ada teman, tak ada kekasih kumimpikan. 

Tahukah engkau apa yang sedang aku rancang? Semua alasan dan sikapku tak pedulikanmu. Telah kusadari hadirmu pun dalam mimpi sangatlah berarti. Ingin kugapai dan teruji cintaku di hati.

bridge.

Cintaku sungguh kuat, lebih pekat dari gelap pun yang pernah kau beri untukku. Rencanaku selalu hebat sekalipun kau tak pahamiku. Karena aku (ini) adalah cinta sejatimu.

chorus.

Akulah kekasih yang mampu memberikanmu senyumanku. Untuk kausimpan dan kaulihat di saat-saat penat harimu. Dan engkaulah sosok yang pergi, tanpa tahu apa yang sedang kucari. Sedikit saja ‘kan kudapatkan cintamu.

Akulah kekasih yang pasti menjemputmu usai kuakhiri, dan hadirkan pelukan terhangat, di saat-saat tegarmu tak lagi kuat. Kumohon datang ke hatiku, pukul manja aku karena kini tahu: sebentar saja waktu ‘tuk yakinkan cintaku.


Tak Ada Lagi

Aku tak menyangka akan begini yang terjadi, tentang cinta kita dulu, terkikis oleh waktu. Tak lagi kupeduli apa pun yang terjadi kini. Karena hidup pun tak lagi seindah yang dulu.

bridge.

Katakan semua berbeda dan hadapilah, Sayang. Karena memang kau tak akan kembali ke pelukanku.

reff.

Di sisa waktu yang kujalani sendiri tanpamu, kumampu. Dan ketika hatiku telah sembuh, takkan pernah ada lagi tentang jalan ‘tuk pulang:

Itu tak ada lagi, Sayang. Jalan telah terkubur hilang. Itu ada lagi, Dinda. Kita tak ada lagi, Sayang. Cinta telah terkubur hilang. Rindu tak ada lagi, Dinda. 


Pencuri

Tak pernah kuduga ‘kan jadi begini, setelah mengenalmu di pesta itu. Ku kehilangan yang sangat berharga, dan bisa membuatku abaikan semua.

reff.

Sadarkah kau telah mencuri, dengan senyummu yang manis. Kupikir kau telah sengaja. Betapa ku telah kehilangan. (Kembalikanlah segera sebelum terlalu lama. Bila tak ingin kau memulangkan, kau simpan sajalah, dan jagalah selalu, dan jadi pacarku).

Kini hari-hari yang aku jalani selalu terusik bayangmu.


Untukmu

Sendirian aku di sini, terkenang kisah yang dulu. Rintik hujan bawa memori, bertahun-tahun yang lalu.

Di sini aku dengarkan samar engkau berbisik, tapi hanya sepi karena ku hanya sendiri. Ketika waktu berlalu aku tak bisa lagi, bangkit ‘tuk relakan 

Bila aku tak pantas untuk kauperjuangkan, aku rela pergi dan berlari yakinku akan. Ketika waktu kau letih aku tak bisa datang, aku pasti sedih dan berjanji bawakan tenang untukmu.

reff.

Kucari ke arah yang kautunjukkan, ‘tuk buktikan betapa aku sayang. Oh, hanya untukmu. Sekalipun lelah tapi aku rela untukmu. Untukmu. Karena hatiku ini memang tak terbagi. Aku berjanji hanya kau di hati. Oh, dengarlah, Kasih.

Kau ‘kan dapatkan sosok yang kau andalkan, dan yakinlah itu aku. Jika hati dapat kita bisikkan, pelan pasti dapat kita pertahankan. 

Kau ‘kan temukan jejak yang kutinggalkan, percayalah aku rindu.


Sangat Berarti

Sedetik yang kurasakan saat kautemani. Tawa yang engkau berikan semua untuk menghiburku. Engkau ada di sini di setiap malam sepi. Hingga jenuh di hatiku perlahan menepi.

Gundahku tak tertahan tatap matamu di akhir kisah. Yang kutahu aku tak bisa melupakanmu walaupun terpaksa. Engkau selalu ada menemani tidurku. Hingga kuterbangun, kauberikan senyum.

chorus.

Berarti sungguh hadirmu saat kujatuh. Mampukah aku hanya melihatmu jauh. Sejenak yang kita lalui bersama, cukuplah untukku berkata aku cinta. 

Apa kubisa menulis lembar tersisa? Apa kubisa anggap kau tak pernah ada? Sedikit rasa yang telah engkau beri, namun cukupkanku tentang rindu di hati.

Kau sangat berarti dalam hidupku. Kau sangat dalam hariku. Kau tak pernah hilang dari mimpiku. Hingga aku sadar kau hidup di dalamku.


Semangat

(1)

Kata andaikan tak ada artinya lagi. Tak mungkin mengulang waktu yang sudah berlalu. Semoga semua ini jadi jejak perjalanan, yang mendewasakan kita dalam kehidupan.

bridge.

Tak akan percuma perjuangan kita, yang selama ini bertahan walau terasa pedih. Kita takkan menyerah hingga akhir nanti. Wujudkan impian meraih indahnya bintang-bintang.

(2)

Kita tahu sulit menghadapi segala hal. Terkadang kau butuh ruang untuk menyendiri. Pasrah takkan bisa selesaikan masalahmu. Yang kau perlu hanya satu: semangatmu itu.

reff.

Bersemangat, Kawan, mengejar impian. Berpantang menyerah pada keadaan. Percayalah selalu. Janganlah mengeluh. Wujudkan semua cita-cita, terwujudkan semua harapanmu. 

chorus.

Bersemangat, Kawan, mengejar impian. Berpantang menyerah pada keadaan. Percayalah selalu pada mimpimu. Bersemangat, Kawan, meraih harapan. Tak akan percuma semua perjuangan. Percayalah selalu pada mimpimu.


Engkau (2)

Mungkin aku tak bisa mengungkap makna kata, saat kau pinta dariku. Tapi engkau yang telah bangkitkan semangatku, perlahan jadi pemicu jantungku. 

Asa kita mengembun sedetik lalu jatuh, meresap dalam keheningan. Mungkin kelemahanku tak bisa melepasmu. Bayangkan aku berjalan sendiri.

bridge.

Aku yang terlalu menganggap kau selalu hadir untukku, walau semu. Aku yang tetap tak peduli dengan sepi yang memaksa tekuk lututku.

reff.

Engkaulah yang mengukir cinta di hatiku; kau juga yang menghancurkannya. Engkaulah yang memberiku warna bahagia, dan kau juga merenggutnya. 


Advertisements