​REKAP. Aslinya ini cuma pemanjangan dari status Facebook-ku beberapa hari yang lalu. Namun, sebaiknya kuposting saja di blog sekaligus menjadi tanda aku sayang kamu #apasih. 

Akhirnya, setelah berminggu-minggu puasa menonton film, dahagaku terobati lantaran koneksi wi-fi colongan yang tak terduga. Karena itu, haruslah aku berterima kasih pada “anugerah” tsb dan juga situs penyedia film dengan kualitas 360p. Aku mengunduh beberapa judul via ponsel dan menontonnya juga di ponsel. Tak bisa dibilang pengalaman ini menyenangkan karena dua hal: layar yang bergaris-garis dan jack earphone yang rusak. Jadi, apa lagi yang kita pantas lakukan selain bersyukur? =))

Anyway, aku sudah menonton Power Rangers, The Fate of the Furious, Blade Runner, Patriots Day, Kidnap, dan The Lost City of Z. Semuanya dalam tiga hari. Khusus film Blade Runner, itu film buatan tahun 1982 dan memang sudah kuincar dari tahun lalu. Soalnya ada pernah baca review kalau ini salah satu dari 30 film sci-fi yang wajib tonton sebelum akunya mampus dikoyak-koyak sepi. Jadi, apalah yang bisa kukatakan di sini setelah menonton semua itu? 

Oke, nonton Power Rangers karena ya itu tontonan masa kecilku dulu. Aku fans berat Tommy, si Ranger Hijau. Maka, film ini wajib hukumnya. Namun, alangkah keparatnya ketika nemu Megazord malah joget slowmo setelah ngalahin Goldar di akhir klimaks? Keputusan Jason menggerakkan robot seperti itu berhasil membuatku ilfeel kalakupand. Secara umum, tak kutemukan kenapa film ini dibuat, kecuali untuk senang-senang. Benar-benar tak ada masalah berarti. 

Film kedua, The Fate of the Furious. wajib tonton juga, secara memang sudah ngikutin 7 film sebelumnya, plus Tokyo Drift. Dan sempat shock juga nonton film yang awalnya kukira bakal ngebosenin ini. Ayolah, 8 film dan masalahnya begitu-begitu terus. Tapi, Tante Helen Mirren pake muncul pulak di film ini! Aiiihhh… Kejutan banget! Doi salah satu aktris idolaku di jagat Hollywood. Btw, Jason Statham jadi inkonsisten rasanya. Ngerasa aja karakternya berubah ._. Jadi humoris dan malah ia senyum. 

Lalu, Blade Runner. Duh, kuciwa sangat! Aku enggak mengharapkan efek atau apa dalam sci-fi ini. Buatan 1982, cuy. Cuma, dimasukin ke dalam daftar wajib tonton, pikirku sangat berlebihan. Mana ceritanya juga udah… au ah gelap. Soal eksistensi manusia, isu robot buatan dan penciptanya ini, mungkin fresh di tahun itu. Namun, kukira ada beberapa film serupa yang jauh lebih baik. 

Patriots Day. Well, aku mengaku lebih sering menonton film karena bintangnya. Mark Whalberg kali ini. Katanya, ini film berdasarkan kisah nyata. Namun, aspek menghiburnya malah kurang menurutku. Peran para aktor juga enggak ada yang menonjol. Sebut saja John Goodman dan J.K. Simmons. Aku bahkan lupa vitalnya mereka di mana. Namun, sedetik kemudian kumencoba paham, bahwa ini bukan soal patriotisme sejumlah tokoh. Rasanya…

Kidnap. Halle Berry for you. Film terakhirnya yang kutonton adalah The Call yang mbikin aku mengunduh film ini. Akting Nona ini luar biasa di sana. Juga di sini. Hanya saja, aku menemukan banyak sekali jeleknya film drama pengejaran penculik anak ini. Pada dasarnya, ketegangan yang kudamba dari sebuah film thriller adalah keikutsertaan penonton dalam setiap pengambilan keputusan tokoh dalam situasi genting. Dan ini yang berkali-kali gagal ditunjukkan film ini.

Dan film terakhir, The Lost City of Z, kutonton cuma dengan dua alasan. 1) Ada Tom Holland si Spider-man baru di sana, dan 2) sebagai persiapan menonton King Arthur yang juga diperankan Charlie Hunnam. Tak bisa kubilang film ini buruk atau agak buruk. Hanya saja, Tom Holland enggak cocok banget dengan kumis dan mungkin sebaiknya segera kusaksikan King Arthur dan berharap tak kecewa juga.

Tak bisa kukatakan betapa kecewa diri ini. Namun, masih berbesar hati karena masih ada belasan judul lain di ponsel. Namun, beberapa judul yang diincar, belum tersedia. Harus bersabar menunggu 360p, satu-satunya film kualitas tertinggi yang bisa kuunduh via ponsel. Well, yang penting makan Chicken Teriyaki Natal nanti. Semoga.

Advertisements