Akhirnya! Sekitar 50-an daftar-tonton yang kubuat di Imdb, tadi malam berkurang satu. Maka, thanks to situs Melong dan server mana pun tautan file film ini diarahkannya. Sekitar 20-an judul film yang sudah kuunduh dari situs tersebut via Opera Mini-ku yang setia. Di masa-masa depresi seperti ini, menonton film terpaksa hanya bisa kulakukan via ponsel.

Omong-omong soal Going in Style, film ini membawa label Pemenang Oscar. Enggak tanggung, tiga orang sekaligus. Morgan Freeman (Million Dollar Baby, 2004), Michael Caine (The Cider House Rules, 1999), dan Alan Arkin (Little Miss Sunshine, 2006). Dan, nailed it, aku sudah nonton ketiganya. Jadi, bisa dibilang aku menanti film ini karena bintangnya saja. Kupikir itulah kecenderunganku kalau memilih film. Huft. Tapi bukan berarti bintang besar sudah pasti filmnya bagus. Bruce Willis dan Nicholas Cage adalah dua aktor besar yang filmnya banyak gagal. Hanya saja, perasaan sudah merasa kenal dan mengidolakan ini memang menciptakan hubungan yang unik #halah. Makanya, aku turut berduka ketika Paul Walker meninggal dunia dan akan puasa bicara selama 50 hari jika tiba waktunya Robert Downey, Jr berpulang.

Sedikit flashback, aku paling terkesan dengan penampilan Alan Arkin di Little Miss Sunshine. Film itu sendiri masuk nominasi Film Terbaik Oscar 2007 dan menang di kategori Skenario Asli Terbaik. Gokil dan filmnya juga bagus banget. Ia mengaduk-aduk elemen kejutan yang bikin nangis, kesal, dan bahagia juga. Peran Alan Arkin juga berkesan banget sebagai seorang kakek yang sayang cucunya, dengan caranya sendiri. Kayaknya kelak aku perlu membuat entri tentang Paul Dano, salah satu aktornya yang keren itu. 

Kembali ke Going in Style, satu hal yang paling terlihat adalah mereka sudah tua. Hampir persis dengan kisah persahabatan 4 kakek-kakek di film Las Vegas, 2013. Morgan Freeman juga ada di sana. Going in Style sendiri bisa dirangkum sebagai sebuah usaha menyelesaikan masalah terakhir di usia senja dua tokoh utamanya, yakni dengan cara merampok bank. Ahahahahaha. Persahabatan kakek-kakek ini lucu dan kayak anak kecil. Mereka membahas hal yang enggak penting dan menunjukkan betapa tuanya mereka. Tapi film ini tentang misi dan bukan sengaja konyol-konyolan. Jalan ceritanya menampilkan betapa ini sebuah alur kisah yang utuh dan terlihat upaya keras agar berkesan enggak mengada-ada. Contohnya ketika mereka melakukan uji coba perampokan. Untuk sesaat aku sempat berpikir film ini membawa pesan mulia: Mari kita menuntut balas pada perusahaan yang sudah menguras energi kita selama bertahun-tahun yang justru menolak atau membatalkan dana pensiun. Tapi, menurutku film ini lebih dari itu. 

Komedi ringan di sini sudah bikin aku tertawa geli. Geli karena berpikir itu sederhana sekali, dialognya, motivasi tokohnya, termasuk salah satu yang menolak ide misi itu. Jujur, aku curiga aku hanya sedang berusaha menghargai film yang dilabeli tinggi begini. Katakanlah aku memang gampang tertawa. Kalimat-kalimat biasa pun jadi lucu kalau diucapkan pada situasi tertentu dan berdasarkan budaya dan ciri khas lelucon di negara tertentu. Namun, hal ini bisa jadi buruk dari pengamat yang lain. Pasalnya, tiga aktor ini sudah sangat besar dan terlalu besar untuk melakukan hal sederhana seperti komedi ringan Going in Style. Mereka harusnya bisa menampilkan lebih. Film harusnya bisa menawarkan lebih. 

Namun, menurutku cerita berjalan mulus, utuh, dan menyenangkan. Aku enggak rugi kali ini dan masih In Morgan Freeman, I trust. Jangan sampai usai menonton film, seseorang malah menyesal telah membuang waktunya yang berharga. Apa yang bisa kutawarkan padamu sebagai peringatan di Bukan Review begini? Kupikir aku bisa menyebut satu yang asal-asalan: Jangan pernah berharap tinggi pada film komedi yang bintangnya enggak pernah kau nikmati film-filmnya, terlebih ketika mereka sudah tua. 

Anyway, ada Christopher Lloyd juga di sini! Dia masih hidup, tampak nyebelin, dan bikin kangen nonton Back to the Future lagi. Semoga tiga aktor tadi masih hidup sampai 100 tahun ke depan dan terus bermain film. Kalau bisa, drama keluarga :v 

Advertisements