Search

Juma Berngi

ketika bermalam di ladang

Surat Cinta Semacam Fiksi

Seorang temanmu berkabar via surel di pertengahan tahun 2017. Kalian membahas banyak hal tentang perjalanan, hubungan sosial, impian, hingga kesulitan-kesulitan hidup yang lantas bersama kalian tertawakan. Ia cukup banyak tahu petualanganmu sejak Jogja, 2014. Petualangan asmara memang sengaja kau rahasiakan,... Continue Reading →

Film: Sedikit Setelah Once Upon a Time in Venice dan Aftermath

BUKAN REVIEW. Apa yang bisa kubilang di entry ini? Bahwa aku sudah menonton dua film itu lebih karena aktornya, sudah cukup jelas. Apa lagi yang kupunya? Sepertinya tidak ada. Sinopsis kedua film ini enggak menjanjikan pun ratingnya di Imdb dan... Continue Reading →

Film: Bukan Review Film

​REKAP. Aslinya ini cuma pemanjangan dari status Facebook-ku beberapa hari yang lalu. Namun, sebaiknya kuposting saja di blog sekaligus menjadi tanda aku sayang kamu #apasih.  Akhirnya, setelah berminggu-minggu puasa menonton film, dahagaku terobati lantaran koneksi wi-fi colongan yang tak terduga.... Continue Reading →

1 Juli 2011 hingga 1 Juli 2017

​Persis enam tahun yang lalu, aku sedang berjalan menuju kereta di stasiun Gambir. Kereta ketiga dalam hidupku yang akan membawaku ke Bandung. Aku baru satu-dua jam tiba di Jakarta, kota megah luar biasa, meski tak pernah menjadikannya sebagai impian. Kau... Continue Reading →

Secangkir Kopi dan Cerita Kita

Secangkir kopi dan cerita kita, ian karona, atherside, puisi, juma berngi

Gadis Kecil yang Membeli Gorengan

​ Tadi saat aku membeli gorengan di warung, ada seorang perempuan lucu yang antre di depanku. Lama kuperhatikan ia; kedua bola matanya yang polos, rambut lurus sebahunya yang kemerah-merahan, dan pipinya yang tirus. Ia beli, "Ini dua ribu," katanya menunjuk... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑